img 0274-618400
asrimedicalcenter@gmail.com
img Jl. HOS Cokroaminoto 17 Yogyakarta 55252
11th Jan

2018

Sudahkah Keluarga Anda Vaksin Difteri?

Apa Itu Difteri?

Difteri adalah penyakit akibat terjangkit bakteri yang bersumber dari Corynebacterium diphtheriae. Difteri ialah penyakit yang mengerikan di mana masa lalu telah menyebabkan ribuan kematian, dan masih mewabah di daerah-daerah dunia yang belum berkembang. Orang yang selamat dari penyakit ini menderita kelumpuhan otot-otot tertentu dan kerusakan permanen pada jantung dan ginjal. Anak-anak yang berumur satu sampai sepuluh tahun sangat peka terhadap penyakit ini. Difteri lebih sering menyerang anak-anak lebih khususnya balita serta pada orang dewasa di atas 60 tahun.

Gejala Difteri

Difteri merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Pernapasan yang diserang yaitu pernapasan bagian atas. Setalah kuman terinfeksi kedalam tubuh, akan menimbulkan gejala-gejala biasanya setalah 2-4 hari baru akan timbul gejala seperti:

  • Peradangan pada selaput hidung dan tenggorokan. Infeksi dan peradangan ini akan menimbulkan beberapa dampak lain seperti serak demam, hidung berair adanya selaput putih di tenggorokan, dan gejala lainnya. Gejala infeksi memang sulit dilihat dengan kasat mata, perlu pemeriksaan dokter untuk mengetahuinya.
  • Demam tinggi . Salah satu gejala yang mudah dirasakan yaitu demam yang tinggi pada tubuh orang yang terjangkit penyakit difteri.
  • Hidung berair.  Hidung berair terjadi akibat infeksi pada saluran pernapasan di bagian hidung. Hidung berair disini bukan berati flu tetapi lebih nampak seperti air yang menjijikan.
  • Nyeri telan . Gejala nyeri telan terjadi karena difteri telah menyerang bagian faring. Bagian faring telah terluka sehingga sakit jika digunakan untuk menelan.
  • Sulit bernapas.  Napas sulit karena jalan pernapasan tertutup oleh selaput keabuan yang meliputi dinding belakang tenggorokan. Gejala ini yang sering menyebabkan terenggutnya nyawa penderita karena sudah terlalu sulit untuk bernapas.

Bagaimana Difteri bisa menular?

 Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Ada sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. Ini merupakan cara penularan difteri yang paling umum.
  • Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk.
  • Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

Bagaimana Mencegah Difteri?

Penyakit difteri dapat dicegah dengan imunisasi pada balita. Pada negara yang menerapkan imunisasi, penyakit difteri tidak begitu banyak menyerang warga negaranya. Imunisasi yang diberikan berupa imunisasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus) dan TD (Toxoid Difteri). Imunisasi DTP dilakukan pada saat anak berusia 2, 4, 6, 18 bulan dan 5 tahun. Sedangkan Imunisasi TD diberikan pada saat anak berumur 10 tahun dan 18 tahun, serta untuk Dewasa.

                  Saat ini, di Asri Medical Center telah tersedia vaksin Difteri untuk Bayi (DPT) dan untuk anak >7 tahun, serta untuk Dewasa (TD). Mari cegah keluarga anda sedini mungkin dari penyakit yang membahayakan ini.

dr. Mita Wulansari

Asri Medical Center

Share This :

No comments so far!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

shop giay nuthoi trang f5Responsive WordPress Themenha cap 4 nong thongiay cao gotgiay nu 2015mau biet thu deptoc dephouse beautiful